
'Bout American Politic, baru-baru ini terpilih presiden Afro-amerika pertama yang sangat Famous, Young, with smile like aktor kondang Will smith, tubuh atletis penuh energi dan tentu saja keahliannya ngomong yang cuap-cuap abizzz,...
walau pernah dikritik pidatonya terlalu utopis dia tetap seorang yang elegan dengan aneka ragam kata-kata bijak yang enak didengarkan.
Tidak bisa dipungkiri, popularitasnya menyihir apatisme masyarakat Amerika tentang pemilu, bahkan dunia pun sangat appreciate menyambutnya.
Fenomenanya bahkan mengalahkan Hillary yang merupakan calon pendobrak gender American President dengan peformanya sebagai senator wanita yang cukup lumayan.
Obama oh obama.... tidak bisa dipungkiri kemenangan Obama sedikit banyak merupakan eksploitasi media terhadap ras warna kulit yang menjadi keunggulan tersendiri baginya, kendati hal tersebut masih dalam batas kewajaran, sah-sah saja dan tidak perlu diributkan. Toh...rasisme yang positif. Memuji bukan memaki.Hehe..
Apakah hal yang sama kan bisa terjadi di Indonesia? mengingat belum ada pendobrak tradisi King of Java is the president of "Republik Indonesia". Apakah mungkin eksploitasi warna kulit atau bentuk-bentuk mata merupakan sarana yang cukup pas bagi politik di sini?Bagaimana orang-orang papua atau ambon suatu saat bisa jadi orang nomor satu di tanah air merah putih?atau paling tidak bagaimana mengatasi bangsa ini agar bisa disebut "Tunggal Ika".Tak lagi kacau karena alasan-alasan sepele itu?
Dunia sekarang memang lebih terbuka..
Hitam atau putih
Sipit atau melotot...pria atau wanita
Semua ( ternyata ) sama
Mengingat hal-hal tentang sejarah............
sekarang bukan jaman Mandela,Now is Niger Time... Eh.. OBAMA TIME
Salam damai


Tidak ada komentar:
Posting Komentar