
Kita pernah melihat kekejaman sejarah membuat banyak nyawa melayang, bahkan bagi mereka yang tidak tahu apa-apa hal itu tetaplah sebuah rekaman peristiwa yang tak akan lekang membayang...
Memberi gambaran di kepala, angan-angan membekas, terombang-ambing tak jelas....menghabisi nurani yang telah pilu menangis, meronta
JAS MERAH...jangan lupakan SEJARAH, begitulah kiranya diucapkan oleh pendiri bangsa ini, Proklamator yang kukuh, tegas dan optimistik pada tujuan dan cita-cita Bangsa...
Bangsa yang MERDEKA ....
Tapi kini kita hanya bisa marah atas keadaan...
Keadaan yang semakin membingungkan...
Sesama anak negeri bertikai
tak peduli itu membuat petaka, karena perut kosong perlu diisi,dan senyuman orang terkasih asing merindu di ruang-ruang yang begitu sempit berlalu...
Kita adalah GENERASI MARAH
Marah akan masa lalu
Marah pada Keadaan kita kini dan meradang menatap buram masa depan
Kita ini generasi yang MARAH...merah oleh darah dan tak pernah suci bagai Tulang
Kaku..Saklek pada pendirian, tapi tak pernah tau kemana melangkah
Kita Generasi Marah, yang pilu menangisi harga diri kita diinjak injak,
diserobot rubah-rubah licik
Dan Anjing laut sialan itu (lagi..dan lagi!)
tapi daya kita hanya bisa menghujat langit, sebab senapan-senapan kosong di pundak kita ternyata sudah menjadi sampah, bobrok, lapuk oleh jaman
Kita bangsa yang marah, penyakit mendarah daging buahkan pertolongan palsu yang mendera, merajuk, membungkus kita dalam sel-sel yang laknat
Anak negeri ini...menjadi terlalu lemah
Menjadi domba-domba lugu
Siap disembelih,
Disayat-sayat kulitnya
Dijadikan perhiasan pemugar dinding yang dulu pernah tercakar, terganyang tajam gigi-gigi Sang macan
Tapi kita belum mati
KITA HARUS TETAP MARAH...
Karena biarpun nasi menjadi bubur,
Luka memborok, bernanah
benih-benih jiwa masih menggelora,
bernafas dengan penuh nyata...
Memberi sebuah arti
Menjadi makna..
KITA MASIH BISA