
Di negeri ku....tar ter tor bukan cuma bunyi petasan, tembak dan senapan mengacung sombong meletus menghujam daging dan darah anak pertiwi, yah...disana juga disini,meskipun kau bilang itu sebab,hal itu pulalah akibat...seperti kata seorang Profesor di koran ternama yang pernah ku baca...Reaksi itu adalah akibat ketamakan, ketidakadilan dan kesombongan manusia. Tentu tak dapat dibenarkan, karena yang direnggang adalah nyawa...yang belum pasti tahu menahu sebab musababnya.
Di negeriku, bintang bergelimang perhiasan kabur, lari merantau ke luar negeri...dinikmati bule-bule asing yang kurang bersahabat,tidak berempati...tak mendengar lenguh,desahan lapar perut pribumi.
Di negeriku yang kaya ini...terkadang justru Otaknya saja dapat MoU,rakyat tetap menerima sisa,sampah sumpah serapah dan limbah kotor hujan peluru kemarin sore
Di negeriku yang damai ini...pemberontakan sudah biasa, sarana berlatih yang baik...tentang ketangkasan dan keberanian menipu hati nurani kita
Tentu dari pengalaman pula kita belajar
Bukan dari Laknat Tuhan yang sudah terlanjur jadi nyata
Ingatkah kita tiga Komando rakyat itu...
Perjuangan, pengorbanan, persatuan itu kini terkoyak...
Belum habis memang,...tapi...
Ah apakah lagi-lagi terlambat...
Ah lagi-lagi sudah (dianggap) biasa...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar