Jumat, 27 November 2009

PENCURI SEMANGKA, COKLAT & KAPUK




Kalo ngga' salah...hukum harus buta untuk bisa adil. Bukan salah hakimnya tapi "rule of law" nya emang gitu. Masalah tidak didampingi pengacara itu memang masalah besar. Tapi ya apa mau pengacara susah-susah sekolah 6 tahun, cuma duduk formalitas dan dibayar sekenanya...Masalah negara ini sungguh kompleks. Semerah daging buah semangka yang menggoda, selembut biji kapuk yang putih, sepahit biji coklat tapi nikmat, .. MERAH, PUTIH dan COKLAT. Entahlah.... ( kusam bersama debu jaman ) Ini Nasionalisme...Ini nasionalisme...dan disinilah negara Hukum. Jangan dipolitisir...





walau begitulah kiranya, jangan salah mengerti....


Disini...PENCURI TETAPLAH PENCURI...tapi koruptor bukan Pencuri..Bukan... (seharusnya disamakan saja HUKUM-nya, tapi ya apa mau...Kita saja yang bodoh dan dibodohi ! )





NB :

MERAH : warna di balik baju hakim yg hitam

PUTIH : kapuk - (disingkat : KPK)

COKLAT : polisi terlihat di kejauhan...

CASSANO D'ITALIANO





Cassano? saya kira italia di tangan Lippi tidak memerlukan sosok fantastita seperti cassano. Pemain yang bagus beroeperasi di area second striker atau AMF (bukan OMF) tidak diperlukan di skema Lippi yang mengandalkan direct ball dari pengumpan-pengumpan hebat Gli Azzuri. Saya lebih yakin Iaquinta akan menjadi starter..atau mungkin paling tidak pazzini..daripada cassano yang memiliki tinggi rata-rata dan sulit berubah peran menjadi target man atau wall striker jika dibutuhkan.Kita tunggu saja keputusan padron Lippi !

Jumat, 20 November 2009

POLISI, KPK, KEJAKSAAN, MEDIA vs ANGGODO - ANGGORO

Seru...Seru...Seru...




Berita tentang perseteruan sedang mewarnai pertelevisian kita. Dari pagi hingga malam itu-itu saja yang dibahas. Memutar rekaman yang sama berulang-ulang dengan bahasan dan para ahli yang berbeda-beda. Kadang memang beberapa ahli tidak bicara pada tempatnya. tak masalah, yang penting rating naik dan uang sponsor mengalir deras...

Yang semakin menarik, hal ini seakan-akan di blow-up oleh beberapa pihak..yang "disangka" memiliki kepentingan-kepentingan politik melengserkan presiden..Wuih..
Tapi stop...stop..stop... tunggu dulu, beberapa dari kita seringkali tak melihat subtansinya. Jangan-jangan karena ketidakpahaman kita akan ilmu yang berbeda-beda itu membuat omongan beberapa orang "pintar' itu agak nggak nyambung (bagi otak kita).

Bukan maksudnya sok tau (emang nggak tau apa-apa) tapi ekonomi, politik dan hukum adalah ranah yang sulit sekali menerima pemecahan sejalan. Perlu diingat pula sistem ketatanegaraan kita juga belum sepenuhnya rampung, banyaknya amandemen..perppu-perppu dan sebagainya adalah contoh bagaimana sistem ini belum stabil. Belum (dianggap) berada dalam titik keseimbangan yang ideal...

jadi yang penting dan harus dingat..jangan sampai hal-hal tentang pertikaian itu menjadi boomerang yang ...kleeetthas...menyambar dahi kita yang sudah banyak kerut. Jangan sampai juga rakyat menjadi korban. Menjadi alat demonstrasi dengan uang ganti makan untuk 3 hari. Kita semua tahu...
Tahu kalau para pendemo itu..bajunya, wajahnya, anak-anak mereka...dikorbankan untuk simbolisme politik kekuasaan dan persaingan yang tiada henti. Tak bermoral !!! itu menurut orang yang tak tahu apa-apa...Jangan ditahan, jangan sampai dijebloskan...Blus..mudah saja lho !

Selasa, 10 November 2009

adakah kebenaran di negeri ini?


Masih terlintas bagaimana iman bisa meluluh lantahkan gedung berisi orang-orang telanjang menari.... Masih tergambar jelas pula bagaimana nyawa pekerja wanita, pejuang hak dan poligamer kaya juga mati...teracuni...tertembak di kepala.... Masih saja terbayang bagaimana pencuri uang di negara ini hanya di hukum 1.5 tahun lamanya...sekarang bebas, berfoya lagi.... Masih teringat....bagaimana diktator sejati kini menjadi pahlawan....dipuja bagai dewa...merindu kepemimpinannya Masih diingat pula bagaimana orang-orang...anak-anak berilmu tinggi...adu otot keroyokan di kampus yang itu-itu saja....


Tapi apakah ingatan kita panjang.... Bukankah harus teringat pula bagaimana Belanda membodohi kita...menjajah...menjarah.... Ingatkah Jepang,,,yang menyiksa...melacurkan perempuan-perempuan cantik sebagai pemenuh nafsu tentara...

Memang saat itu aku belum dilahirkan
Tapi Masih ingatkah kita.... Pernah tersiksa bersama Tapi ini bukan untuk para cukong kaya.... Bukan pula untuk para pencari untung yang disuruh bagi-bagi modal saat kita merdeka... Bukan untuk untuk para pengkhianat .... Toh nyatanya.... Toh pada akhirnya....Maaf Apakah ada "air" yang menetes ke bawah itu..... Maaf bukan untuk mereka... Tapi untuk kami...para pelacur, pekerja rodi, pembuat rel yang bekerja siang malam yang kini anak cucunya mengais sisa sampah di pinggiran besi tua yang panjang itu.... Rindu kami.... Untuk makan kenyang...penuh isi perut ini Rindu kami untuk hidup nyaman tak gerah di gubuk reyot kami Rindu kami tak dianggap malas...padahal peluh kami mengalir deras..mengucur seperti derasnya hujan di bulan januari Rindu kami...tak mengumpat kalian lagi... Rindu kami...tidur lelap...mimpi...kemudian mati Rindu kami...adakah kebenaran di negeri ini...????

Senin, 09 November 2009

BIBIT-CHANDRA





Kalo difikir-fikir emang mirip konspirasi di film "Prison Break"


Ada yg menjadi T-Bag, Mahone, Scofield (+Lincoln) and "the woman"... Lets see....








Question : banyak badan??? apakah menjadi solusi...sementara "kepala" tak pernah berfikir berani..tangan itu mesti digerakan...merabalah pakai kulit..mendengarkan dengan gendang telinga...Buka penutup mata dari kain itu,lihatlah kebenaran..ciumlah bau kebusukan...jangan menjilat...rasakan saja manis pahitnya...bukankah sudah cukup nikmat !!! karenanya bekerjalah dengan benar...pakai hati...biarkan saja NURANI mu berteriak lantang...jangan pura-pura bisu,tuli..bernanah sana sini...Biarkan badan yang sehat bekerja....jangan memanggil badan-badan baru tanpa kepala...Mari kita berfikir bersama...


Ahh...bicara apa aku ini, ngelantur....maka ku sudahi saja !!!

NB :

tiga butir kesimpulan verifikasi fakta yang dilakukan Tim Delapan.

Berikut kesimpulannya:
1. Fakta dan proses hukum yang dimiliki penyidik dalam hal ini Polri tidak cukup sebagai bukti untuk proses hukum terhadap Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto.

2. Andai kata ada bukti tindak pidana, maka penyidikan polisi terputus pada aliran dana dari Anggodo kepada Ari Muladi. Selanjutnya, baik dari Ari Muladi maupun Yulianto tidak dapat dtuduhkan telah terjadi suap kepada pimpinan KPK.

3. Andaikata kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah dipaksakan untuk dimajukan ke pengadilan dengan pasal penyalahgunaan wewenang, ini akan lemah secara hukum karena menggunakan pasal karet. Terlebih prosedur tersebut telah lazim digunakan pimpianan KPK pada periode sebelumnya.


Simpul..Simpul...Simpul....