Selasa, 10 November 2009

adakah kebenaran di negeri ini?


Masih terlintas bagaimana iman bisa meluluh lantahkan gedung berisi orang-orang telanjang menari.... Masih tergambar jelas pula bagaimana nyawa pekerja wanita, pejuang hak dan poligamer kaya juga mati...teracuni...tertembak di kepala.... Masih saja terbayang bagaimana pencuri uang di negara ini hanya di hukum 1.5 tahun lamanya...sekarang bebas, berfoya lagi.... Masih teringat....bagaimana diktator sejati kini menjadi pahlawan....dipuja bagai dewa...merindu kepemimpinannya Masih diingat pula bagaimana orang-orang...anak-anak berilmu tinggi...adu otot keroyokan di kampus yang itu-itu saja....


Tapi apakah ingatan kita panjang.... Bukankah harus teringat pula bagaimana Belanda membodohi kita...menjajah...menjarah.... Ingatkah Jepang,,,yang menyiksa...melacurkan perempuan-perempuan cantik sebagai pemenuh nafsu tentara...

Memang saat itu aku belum dilahirkan
Tapi Masih ingatkah kita.... Pernah tersiksa bersama Tapi ini bukan untuk para cukong kaya.... Bukan pula untuk para pencari untung yang disuruh bagi-bagi modal saat kita merdeka... Bukan untuk untuk para pengkhianat .... Toh nyatanya.... Toh pada akhirnya....Maaf Apakah ada "air" yang menetes ke bawah itu..... Maaf bukan untuk mereka... Tapi untuk kami...para pelacur, pekerja rodi, pembuat rel yang bekerja siang malam yang kini anak cucunya mengais sisa sampah di pinggiran besi tua yang panjang itu.... Rindu kami.... Untuk makan kenyang...penuh isi perut ini Rindu kami untuk hidup nyaman tak gerah di gubuk reyot kami Rindu kami tak dianggap malas...padahal peluh kami mengalir deras..mengucur seperti derasnya hujan di bulan januari Rindu kami...tak mengumpat kalian lagi... Rindu kami...tidur lelap...mimpi...kemudian mati Rindu kami...adakah kebenaran di negeri ini...????

Tidak ada komentar: