Minggu, 07 Juni 2009

ANTARA MONOHARA shenosuke & AMBALAT






Ternyata aku & kamu adalah dia...tapi bukan mereka
Bahwa kita adalah negara berdaulat adalah ya...
tapi suara kita semakin parau...tak lantang lagi mengaum

Daulat bisa berarti menjadi wakil..
Bisa juga menjadi kuasa...
Bisa lagi hanya sebatas semboyan bertahta di batu pualam nan hitam...
Berdaulat oleh ulat-ulat...
Berserikat menjilat

Dulu memang ada "daulat paduka" tapi sekarang berdaulat ya karena rakyat...
Rakyat yang memilih, rakyat pula yang menentukan...
Tapi adakah sejumlah kesimpangan...


Rakyat hanyalah mereka yang menjadi sumber berita
Mereka yang molek dan patut diperhatikan....
Mereka yang indah dan layaknya dewi-dewi khayangan...
tapi bagaimana dengan jelata...

Nelayan-nelayan di ujung tiang sampang...
Pramugari rumahan yang kerap dijadikan tataan setrika
Anjing dan Babi-babi kumal itu...

Ah layaknya terlalu amis,nista dan busuk lah mereka
tak sedap...
dipandang mata dan ribut di daun telinga


Jadi apa artinya berdaulat...
Menjadi HAMBA bagi tuan paduka lagi...
Ah...rasanya aku tak mau....

Jadi ku pergi saja...

Menulis pada kerinduan semu

Ya sudahlah........

Tidak ada komentar: