Sabtu, 06 Maret 2010

BUKAN ADU KUAT !!!



Manusia secara filosofais hadir ke dunia menurut ketentuan dan takdir yang menyertainya adalah sebagai sebuah bukti bahwa bumi layak menjadi anugrah kehidupan. Saling mengenal dan menyayangi adalah inti dari perhitungan matematika kehidupan. Tapi juga sebuah takdir manusia memiliki nafsu....Yang salah satunya adalah tentang hakikat kekuasaan, ambisi manusia untuk menjadi lebih daripada yang lain..bersaing, memperebutkan..bahkan membunuh. Pernah ada yang mengatakan membunuh adalah bagian dari realitas kebutuhan manusia, dalam sejarah beberapa diwujudkan sebagai bentuk kasih sayang dan cinta... Anak-anak Adam telah melakukannya.... Tentang 2 bersaudara itu, mimpi ayah tentang membunuh anaknya, bahkan antara sepasang kekasih yang rela mati di tiang gantungan (karena termasuk membunuh diri sendiri tentunya, entah anomic atau lainnya) Kebutuhan itulah yang menjalar ke Perang, penjajahan, semangat zionis serta genosida... Semangat untuk menang memang sering disalah artikan dengan kemungkinan-kemungkinan menimbulkan colletaral damage yang terkadang secara kuantitas dan kualitas jauh lebih besar dan "mehancurkan" daripada inti sebuah tuntutan atau perjuangan. Demonstrasi sebagai bagian dari upaya "show on.." dari masa ke masa sering mendapat perhatian lebih dari yang lain terutama jika benar-benar memperlihatkan kekerasan-kekerasan fisik. Hal itu tentu tak bisa disalahkan berasal dari satu subjek saja, semua ikut terlibat walau tak ada yang benar-benar pantas disalahkan. Demonstrasi menimbulkan masalah? Jelas ! Apa yang dikukuhkan sebagai aksi yang memicu berkumpulnya masa, meneriakan slogan dan kata-kata (hujatan) dan sering kali membakar, merusak, menjarah...tentu mengganggu. Tapi apa mau dikata bila kita berdiri atas nama HAM, bukankah itu juga harus dihormati?? Tapi lagi-lagi kita, sebagai seorang manusia dihadapkan pada keharusan memilih....dan diantara realistas pilihan itu, membunuh (entah dalam arti kata harfiah, filosofis atau analogic) adalah bagian dari kecenderungan umum.. Menghindarinya jauh lebih baik... Jikalau dilihat dari sudut pandang manapun...Tetap sabar saja dan berjiwa besar !

Kalaupun harus dihadapi..ingatlah kita adalah sama-sama anak manusia....

Tidak ada komentar: